ZONAUTARA.com

DATA JOURNALISM · 2026

Ketika Deteksi Hotspot Memuncak

Ikuti perubahan harian deteksi hotspot satelit di Indonesia dari 1 Januari hingga 30 Agustus 2026. Peta bergerak otomatis untuk memperlihatkan bagaimana aktivitas meningkat tajam menjelang Agustus.

Sumber: NASA FIRMS · VIIRS NOAA-21 (N21) · Near Real-Time

Tanggal aktif

1 Januari 2026
Deteksi hari ini
Rata-rata 7 hari
Akumulasi 2026
Total FRP hari iniMW; penjumlahan FRP seluruh deteksi pada hari tersebut

Tren nasional

Deteksi hotspot per hari

Harian Rata-rata 7 hari
Ukuran lingkaran = jumlah deteksi dalam grid ±25–28 km sedikit sedang banyak

Cara membaca visual ini

Satu deteksi hotspot bukan satu kejadian kebakaran. Sensor satelit dapat mendeteksi area panas yang sama pada lintasan berbeda, dan anomali termal juga dapat berasal dari sumber panas persisten seperti aktivitas vulkanik atau industri.

Untuk menjaga performa web nasional, titik deteksi dikelompokkan ke grid 0,25° (sekitar 25–28 km). Opsi “sembunyikan grid persisten” hanya merupakan filter eksploratif berdasarkan grid yang aktif pada sedikitnya 60 hari dalam dataset 2026; filter ini bukan klasifikasi resmi karhutla.

Rincian metodologi

Data mencakup 195.722 deteksi VIIRS NOAA-21 dari 1 Januari–30 Agustus 2026. Payload peta per grid hanya membawa posisi, jumlah deteksi, dan jumlah hari grid aktif. FRP dihitung dari data sumber dan ditampilkan sebagai statistik harian nasional.